Sabtu, 09 April 2016

Cara Mencegah Penyakit Demam Berdarah

Penyakit Demam Berdarah Dengue banyak terjadi di Indonesia. Bahkan di ibukota Jakarta pun sering terjadi. Penyakit ini sangat mematikan. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui penyebab, cara pencegahan, dan juga cara penyembuhannya.
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegepty yang telah menggigit dan menghisap darah penderita Demam berdarah. Jika nyamuk ini menggigit anda, maka anda bisa tertular penyakit DBD. Ciri2 nyamuk ini adalah warna kaki dan badannya belan putih-hitam/bergaris-garis.

Cara Mencegah DBD


Cara pencegahannya adalah jangan biarkan air bersih/hujan menggenang lama di bak mandi, ban, kaleng-kaleng, atau got. Beri got/saluran air sekitar rumah anda abate untuk mematikan jentik-jentik/larva demam berdarah. Berantas jentik nyamuk dengan melakukan Kuras bak mandi anda seminggu sekali.
Demam mendadak tinggi, dan disertai sakit kepala hebat, sakit di belakang mata, badan ngilu dan nyeri, serta mual/muntah, kadang disertai bercak merah di kulit.
Hari 4 – 5 Fase KRITIS
Fase demam turun drastic dan sering mengecoh seolah terjadi kesembuhan.
Namun inilah fase kritis kemungkinan terjadinya “Dengue Shock Syndrome”
Hari 6 – 7 Fase Masa Penyembuhan
Fase demam kembali tinggi sebagai bagian dari reaksi tahap penyembuhan.
TANGANI DENGAN TEPAT
Beri Obat Turun Panas seperti Tempra untuk anak2 atau Panadol untuk orang dewasa. Hati-hati memilih obat demam, pastikan mengandung PARASETAMOL (baca kemasan)
Jika demam tidak turun setelah 1 hari diberi obat, segera periksa darah untuk memastikan demam berdarah.
Jika positif, segera bawa ke RS.
Menurut pengobatan modern penyakit DBD ini tidak ada obatnya. Paling cuma diberi infus. Oleh sebab itu, cara tambahan perlu dilakukan mengingat sebagian orang yang dirawat di RS belum tentu bisa disembuhkan.
Beri minum yang banyak agar tidak dehidrasi. Untuk orang dewasa sekitar 20 gelas sedang/hari. Jika lambung kuat/tidak maag, bisa diberikan Pocari Sweat atau Air Kelapa.
Banyaklah makan meski mual. Coba makan bubur kacang hijau, bubur ayam, dsb. Untuk mengatasi mual bisa minum obat Primperan.
Minumlah 2 sendok makan madu dan juga sari kurma 2-3 jam sekali untuk meningkatkan stamina anda. Firman Allah madu itu obat. Ada pun orang Hindu menganggap madu sebagai obat dewa. Menurut penelitian modern juga madu mengandung antioksidan dan juga antibakteri yang tidak kalah dengan obat-obat kimia modern.

Untuk pengobatan alternatif bisa diminum Jus Jambu Biji Merah dan juga obat Cina Angkak.
Di Milis Is-net, ada 2 teman yang meski tidak berobat ke RS, namun alhamdulillah selamat dengan cara banyak minum dan juga makan serta memakai obat alternatif tsb.
Saya juga pernah membaca ustad Kathur menulis bahwa saat dia kena DBD, beliau nekat membekam tubuhnya dan alhamdulillah sembuh. Mungkin kelihatannya tidak masuk akal. Tapi saya lihat, selama belum keluar bercak darah, volume darah penderita DBD itu tetap. Buktinya tekanan darah adik saya waktu kena fase kritis tetap normal di 120. Cuma kadar HBnya saja yang rendah. Dengan dibekam, secara teori darah yang rendah HBnya dikeluarkan dan dalam 3 hari tubuh memproduksi darah baru yang segar dengan kadar HB yang normal. Cuma ini perlu penelitian lebih lanjut!
https://plus.google.com/108369818414543644238/posts/MqKtxkQfSfc
https://plus.google.com/108369818414543644238/about
http://us.rd.yahoo.com/dir/catpg/bp2/*http://masihakudisini.blogspot.com/2016/03/hit-obat-nyamuk.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar